DINI

Jumat, 02 April 2010

Ronaldo Kebal Hinaan

"Memiliki kepercayaan diri tinggi bisa mencegahnya terprovokasi cemooh pendukung lawan". Tegas penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan, dirinya memiliki kepercayaan diri tinggi, yang mencegahnya terprovokasi cemooh pendukung lawan. Menurutnya, sejarah telah membuktikan, dirinya bisa meraih prestasi di tengah kontroversi.

Pernyataan itu mengacu pada duel Osasuna melawan Madrid, dalam lanjutan Divisi Primera, Minggu (3/1/2010). Saat itu, Ronaldo mendapat intimidasi dan cemooh dari pendukung Osasuna. Salah satu kalimat provokatif itu adalah "Riwayat Ronaldo Tamat".

Menurut Ronaldo hal itu tak berarti apa-apa baginya. Belajar dari pengalaman, ia telah banyak merasakan caci-maki dan pujian. Namun, ia tak pernah dan tak boleh terpengaruh oleh itu, karena baik pujian maupun cemooh sama-sama bisa mendatangkan petaka.

"Ada sisi baik dan buruk. Ketika melakukan sesuatu dengan baik, mereka sangat memuji kita. Namun, ketika kita tidak keluar dan menampilkan apa yang kita inginkan, kita akan lebih tertekan. Dicemooh dan disoraki bukan hal baru bagiku," ungkapnya.

"Setelah Piala Dunia 2006 Jerman (di Portugal berhasil mengyingkirkan Inggris berkat gol Ronaldo dalam adu penalti), aku mengalami itu di setiap stadion Inggris dan aku mengakhiri musim dengan terpilih sebagai pemain terbaik di liga," lanjutnya.

Lebih jauh, Ronaldo mengatakan, saking terbiasanya dimusuhi, ia kini malah bisa menikmati hinaan-hinaan seperti itu. Baginya, satu-satunya hal yang bisa menjatuhkan mentalnya adalah dirinya sendiri.

"Tak masalah bagiku bila mereka menghinaku. Kenyataannya, aku menyukai itu. Aku suka melihat kebencian di mata mereka dan penghinaan itu. Itu tak terlalu penting. Banyak orang membenciku. Namun, ada banyak orang menyukaiku. Aku hanya merasa buruk ketika aku bermain buruk," tambahnya.

Opera sabun Real Madrid.....


Secara pribadi,saya tidak mengerti,bagaimana seseorang bersedia menghabiskan 90 juta euro untuk membeli seorang pemain.Komentar Michel Platini tentang harga transfer Cristiano Ronaldo dari MU ke Real Madrid


Boleh saja,Michael Platini merasa tidak nyaman dengan harga transfer Cristiano Ronaldo yang selangit.Yang jelas,Florentino Perez faham betul dengan apa yang dilakukannya.Cristiano Ronaldo adalah tambang uang yang bisa dieksploitasi setidaknya untuk menutupi harga pembeliannya.Dalam hanya tempo 2 jam setelah upacara penyambutan Cristiano Ronaldo,Real Madrid mampu menjual replika kaos sebanyak 2000 kaos.Jumlah penjualan yang cukup besar mengingat harga per kaosnya mencapai kisaran harga 1,2 juta rupiah.Itu belum termasuk dengan 300 kaos yang dicuri dalam hiruk pikuk fans yang berebut membeli replika kaos tersebut.

Florentina Perez adalah sebuah perkecualian dalam kelaziman membangun klub sepakbola.Ketika pertama kali menjadi Presiden Real Madrid di periode 2000-2006,Real Madrid berada dalam krisis finansial yang akut.Dengan penjualan assetnya,Real Madrid mampu menutup utang sebanyak 270 juta euro.Madrid kemudian membeli pemain-pemain kelas dunia dengan harga mahal seperti Luis Figo,Ronalo,Zinedine Zidane,Roberto Carlos dan David Beckham.Di tangan Perez pula Real Madrid mampu menyejajarkan diri sebagai klub yang kuat secara finansial.

Seorang direktur komersial Real Madrid pernah mengatakan bahwa Real Madrid tak berbeda dalam hal strategi bisnis dibandingkan dengan industri film Hollywood.Maka dari sisi bisnis bukan sebuah hal yang sulit dipahami bahwa untuk mendapatkan kontrak aktor dan aktris terkenal industri film di HOllywood meski mengeluarkan biaya yang sangat mahal.Demikian juga halnya dengan Real madrid,mendatangkan pemain-pemain mahal yang mempunyai nilai selebritas tinggi, yang diharapkan adalah meningkatnya jumlah pemasukan pendapatan ke dalam kas Real Madrid.

Di kemudian hari hal itu kemudian terbukti.Madrid lebih memilih menjual Claude Makalele ke Chelsea di tahun 2003.Madrid kehilangan seorang pemain berkualitas yang tak terganggu ego selebritas seorang pemain.Barangkali nilai jual Claude Makalele memang tidak setinggi bintang-bintang lainnya,namun Real Madrid butuh seorang pemain yang mampu menjadi jembatan keegoisan para pemain bintang.Pada akhirnya Real Madrid bermain seolah tanpa pola.Madrid membiarkan hilangnya seorang pemain bertahan yang tangguh.Kepergian Makalele juga menandai berakhirnya raihan trophy Real Madrid di era kepemimpinan Florentino Perez.

Meski miskin raihan trophy,di penghujung kepemimpinan pertama Florentino Perez,Real Madrid justru mengalami kenaikan pendapatan.Lembaga konsultan keuangan Delloite,dalam Football Money League,mencatat pendapatan Real Madrid meningkat dari tahun ke tahun.Di tahun 2004 paska kedatangan Zinedine Zidane dan para pemain bintang lainnya,Madrid membukukan pendapatan 236 juta euro.Pendapatan itu meningkat tajam di tahun 2007 menjadi 351 juta euro,termasuk di dalamnya adalah hasil penjualan David Beckham ke LA Galaxy pada musim panas 2007.

Di tangan Florentino Perez,tujuan klub sepakbola telah mengalami pergeseran.Prestasi barangkali tetaplah menjadi tujuan,namun tujuan bisnis menjadi yang utama.Harga mahal seorang pemain akan menjadi relatif seiring penjualan merchandiser meningkat,kontrak sponsor meningkat dan pendapatan dari hak siar tv juga meningkat.Florentino Perez menggunakan daya tarik pemain untuk mebayar gaji pemain itu sendiri.Dengan para pemain bintangnya,Real Madrid akan membentuk komunitas penggemar yang mendunia yang akan mengalirkan kas ke pundi-pundi.

Barangkali disinilah hal yang membuat Michel Platini menjadi sedikit resah.Real Madrid lebih suka mengambil para pemain yang telah jadi.Jalur pembinaan dipotong dan dengan uang yang berlimpah,maka harga pemain menjadi bukan sebuah masalah.Florentino Perez telah menggelar panggung pertunjukkannya.Raul Gonzalez,Kaka,Cristiano Ronaldo,Karim Benzema di dalamnya,Real Madrid memang menjadi teramat istimewa.Tinggal menunggu waktu apakah para pemain bintang tadi akan mampu menyatu dalam sebuah pola permainan yang padu dalam komando seorang pelatih.Ataukah Madrid hanya akan sibuk menjual efek selebritas para pemain bintangnya.Kaka,Cristiano Ronaldo,Karim Benzema selain mendapatkan bayaran berlimpah,sesungguhnya juga tengah berjudi dalam kariernya.Bersinar atau justru tenggelam dalam panggung pertunjukan penuh bintang.

Hubungan timbal balik telah terjadi antara pemilik modal dan pemain bintang.Apakah sang pemilik modal telah mengeksploitasi si pemain bintang demi keuntungan?.Barangkali itu menjadi soal lain.Yang jelas dengan ketrampilannya Cristiano Ronaldo memang menjadi kaya raya.Dan pada dasarnya para pemain bintang itu adalah sebuah komoditas dagang.

Ronaldo Janji Berikan Gelar La Liga

Ronaldo Janji Berikan Gelar La Liga

Cristiano Ronaldo berjanji kepada Florentino Perez akan memberikan sukses di Primera Liga Spanyol musim ini.

Cristiano Ronaldo,  Real Madrid, Villarreal (Getty Images)

Menurut Marca, Cristiano Ronaldo dan bersama beberapa pemain senior menghadap Florentino Perez untuk memberikan jaminan prestasi kepada Real Madrid.

Madrid gagal menembus babak perempat-final Liga Champions setelah dihentikan Olympique Lyon. Seiring kegagalan itu, buyar pula ambisi Perez untuk berjaya di kancah Eropa dengan menghabiskan ratusan juta euro.

Ronaldo meminta agar Perez “tetap tenang” dan menyatakan Madrid “akan menjuarai liga”. CR9 juga meminta agar Perez tidak melupakan penampilan bagus tim sejauh ini.

Madrid mampu memimpin klasemen Primera Liga berkat keunggulan gol atas Barcelona, meski rekor pertemuan mereka akan menentukan jika masih memiliki poin yang sama hingga akhir musim.

Akhir pekan ini, Madrid akan menjamu Sporting Gijon, sedangkan Barcelona bertandang ke Real Zaragoza.

Pelajaran Human Capital dari Nilai Transfer Christiano Ronaldo


Christiano Ronaldo atau yang lebih dikenal dengan julukan CR-7 akhirnya hijrah dari sarang Red Devils menuju barisan Los Blancos di Bernabeu, Madrid. Nilai transfernya adalah 94 juta euro atau sekitar 1,3 trilyun rupiah, dan ini artinya merupakan rekor tertinggi dalam sejarah nilai transfer sepakbola sejagat. Banyak pihak yang meradang dengan tingginya nilai transfer ini, termasuk dari sebagian masyarakat Spanyol, tempat klub Real Madrid bermarkas.

Tapi apakah nilai transfer itu terlalu tinggi dan layak mengundang kontroversi? Atau sebaliknya : justru terlalu rendah? Apapun jawabannya, fenomena transfer CR 7 itu memberikan dua poin pelajaran yang amat penting bagi wacana human capital. Dan juga bagi pemahaman kita akan pentingnya modal insani (human capital) dalam pengelolaan organisasi yang unggul. Mari kita diskusikan bersama dua poin pembelajaran esensial itu disini.

Poin pelajaran yang pertama adalah ini : nilai transfer CR 7 yang amat melambung itu sejatinya justru merupakan pembenaran tentang betapa pentingnya value manusia dalam segenap proses pengembangan organisasi – entah organisasi itu berupa perusahaan, organisasi publik ataupun klub sepakbola.

It’s human capital, stupid. Begitu kalimat yang mungkin bisa dilayangkan bagi mereka yang meradang dengan nilai transfer itu. “Harga kompetensi manusia” memang sejatinya harus mahal sebab ia merupakan aset paling utama yang akan mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi jatuh bangunnya sebuah organisasi.

Dengan kata lain, investasi 1,3 trilyun rupiah itu niscaya menjadi sangat reasonable manakala CR 7 bisa kembali menujukkan kejeniusaannya (dan kita percaya ia bisa). Ini artinya, uang itu dengan segera segera dapat ditebus dengan value added dan kontribusi yang diberikan oleh CR 7 bagi klub Real Madrid; baik berupa membanjirnya jumlah pentonton, sponsor dan juga royalti dari tayangan televisi.

Pertanyaannya sekarang : dalam konteks Anda sendiri, berapa kira-kira “nilai transfer” yang layak Anda miliki? Maksudnya jika ada perusahaan lain yang tertarik dengan talenta Anda dan ingin membajak Anda, berapa nilai transfer yang layak Anda patok? 100 juta? 1 milyar? Atau 5 milyar?

Tinggi rendahnya nilai yang Anda berikan menunjukkan seberapa penting “kompetensi” Anda bagi perusahaan. (Barangkali asyik juga jika kelak perusahaan mengadopsi sistem tranfer dalam perpindahan para top manajer-nya. Sebab daripada bajak membajak yang ndak etis dan saling merugikan, sistem transfer ini membuat semua pihak bisa win-win. Dan aha, mekanisme pasar ini juga bisa memberitahu tahu berapa nilai transfer kita yang paling layak).

Poin pembelajaran yang kedua adalah begini : dalam mengelola SDM menuju keunggulan organisasi, kita harus bersikap diskriminatif. Maksudnya, kita harus benar-benar membedakan antara top performers dengan poor perfomers. Bayangkan misalnya, jika CR 7 kita minta bermain dengan Ponaryo Astaman dkk di Liga Indonesia. Yang akan terjadi, kompetensi CR 7 pelan-pelan akan mati lantaran ia tidak mendapat dukungan setara dari rekan kerjanya.

Begitulah, jika kita selalu membiarkan poor players berada dalam tim kerja kita, pelan-pelan mereka bisa merusak irama permainan dan sekaligus membunuh potensi para top performers. Dan disini klub sepakbola kembali memberikan contoh yang amat sempurna tentang bagaimana mengelola para poor performers.

Dalam liga sepakbola, sudah sangat lazim para pemain yang sudah tidak perform pelan-pelan dibangkucadangkan, atau kemudian dibuang ke klub yang lebih rendah levelnya. Sungguh, inilah praktek manajemen SDM yang paling elegan dan paling simple untuk menciptakan tim yang tangguh : selalu menyerap great players, dan secara reguler membuang orang yang buruk kinerjanya.

Dan persis itulah yang diadopsi oleh Jack Welch ketika ia dulu memimpin GE. Setiap tahun ia selalu membuang (baca : memecat) 10% karyawannya yang berada pada bottom performance. Alasannya sudah jelas : membiarkan poor perfomers tetap berada dalam tim akan merusak irama permainan. Dan ini sunggguh berbahaya.

Namun ketika praktek itu coba diterapkan dalam manajemen perusahaan, banyak orang berteriak menentangnya. Ndak manusiawi, demikian salah satu alasannya. Wuih, mulia banget alasannya (!) Maksud saya, selama bertahun-tahun praktek semacam ini telah diterapkan oleh klub sepakbola dimanapun didunia, dan sudah dianggap sesuatu yang amat lazim. Jadi, mengapa kita, para pengelola manajemen SDM diperusahaan, tidak bisa meniru contoh yang amat baik ini?

Sebab, bukankah tujuan sebuah klub sepakbola dan perusahaan bisnis sejatinya sama : yakni sama-sama berhasrat membangun sebah tim yang unggul dan senantiasa bisa mengibarkan bendera kemenangan?

Pro Kontra Transfer Christiano Ronaldo

PRO dan kontra mengringi kepindahan Ronaldo dari Manchester United ke Real Madrid. Nilai transfer yang senilai Rp 1,3 triliun tak hanya membuat orang geleng-gelang kepala. Tapi juga kecaman.

Uang senilai 95 juta Euro atau jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp 1,3 triliun tidak sedikit. Bagi orang yang punya "otak" bisnis, fulus sebesar itu bisa jadi modal untuk mendirikan perusahaan baru dan bisa menyerap puluhan bahkan ratusan, atau bisa jadi ribuan tenaga kerja.

Tapi, bagi Florentino Perez, uang sebesar itu ternyata hanya dibuat untuk ngurusi satu orang saja. Siapa lagi kalau bukan pemain sepak bola terbaik dunia, Cristiano Ronaldo.

Di satu sisi, itu adalah prestasi bagi Perez yang berhasil merekrut pemain terbaik dunia untuk memperkuat tim yang dipimpinnya, Real Madrid. Tapi disisi lain, itu adalah ironi. Sebab, saat ini, ditengah krisis global, angka pengagguran di Spanyol mencapai 18,1 persen dari jumlah penduduk atau yang tertinggi di Uni Eropa. Kondisi itulah yang akhirnya mengundang protes keras dari sebagian warga Spanyol.

Sehari setelah pemberitaan Ronaldo hijrah ke Real Madrid dengan nilai Rp 1,3 triliun ramai di media, di dunia maya bermunculan posting yang menggugat keputudan Florentino Perez tersebut. Mereka menganggap Perez tidak punya hati.

Di Spanyol ada skitar empat juga pengangguran. Artinya ada emat juta keluarga yang dalam ketidakpastian," tulis Juancarlo dalam website El Mundo seperti dilansir Reuters. "Menghabiskan uang sebegitu besar hanya untuk satu orang sungguh sangat tidak bermoral. Saya sangat melu menjadi pendukung Real Madrid," lanjutnya.

Di El Pais, seorang Madridista (julukan supporter Real Madrid) yang bernama Pepe menulis, dirinya tidak bisa memahami bagaimana pemerintah Spanyol yang tahu hampir 20 persen rakyatnya tidak punya pekerjaan mengijinkan terjadinya transfer satu pemain yang harganya mencapai 95 juta Euro.

"Kami hidup di Negara pisang" sindir Pepe. "Saat saya pergi ke luar negeri, saya bilang saya ini warga Italia. Sebab saya malu menjadi warga negara Spanyol," lanjutnya.

Tapi, selain kecaman, juga akan dukungan terhadap apa yang dilakukan Perez. "Sangat mahal dan berlebihan - Pasti. Tapi pemain terbaik memang tidak ternilai harganya. Madrid adalah pencetak sejarah. Jika tidak terbaik yang dilakukan, maka itu bukan Madrid," tulis Raphael di El Pais. "Real harus membeli pemain seperti Kaka dan Ronaldo jika ingin mendapat pendapatan besar," timpal Emi.

Tak hanya di Spanyol, di Inggris pembelian Ronaldo dengan harga selangit juga memicu kontroversi. Pelatih Manchester City, Mark Hughes mengatakan bahwa transfer Ronaldo yang mencapai Rp 1,3 triliun akan menstilmulasi pasar. "Sekarang, hanya klub dengan dana besar yang bisa mendapatkan pemain terbaik.

Hengkangnya Ronaldo dengan harga sangat tinggi juga mengusik Menteri Olahraga Iggris, Gerry Sutcliffe. Sutcliffe yang mengaku sebagai fans berat Manchester United ini berharap tim-tim INggris tidak akan ikit-ikutan langkah yang ditempuh Real Madrid.

"Kementrian olahraga benar-benar ingin menjaga kelanjutan kompetisi ini. Premier League telah menjadi liga terbaik di dunia, dan semoga itu berlangsung dalam waktu yang lama. Jadi kami harus memastikan bahwa akar rumput dari kompetisi ini dilindungi," kata Sutcliffe. "Memang, sepak bola telah menjadi bisnis besar dan peredaran uang begitu kencang di sini. Namun kami harus memastikan bahwa uang itu bermanfaat dan berkelanjutan, karena kami tak ingin klub-klub mengambil resiko besar dengan uang dalam jumlah besar itu.

Paska kepergian Ronaldo, Sutcliffe berharap gar The Red Devils tidak mencari pemain asing untuk menjadi penggantinya. "United punya akademi pembinaan yang baik dan kita sudah melihat bahwa pemain muda berkembang lewat akademi itu," bebernya.

Christiano Ronaldo Jadi Penyanyi


INILAH.COM, Real Madrid - Christiano Ronaldo yang kini bermain untuk Real Madrid mencatat sejarah baru. Bukan soal bola, tetapi urusan menjadi pesepak bola dunia pertama yang menjadi penyanyi.

Mengutip dari NME.com, mantan pemain Manchester United itu sudah merekam suaranya dalam membawakan lagu balada milik Balada yang pernah dipopulerkan Barry White dan Julio Iglesias Amor Mio.

Suara pemain sepak bola terbaik dunia 2008 ini dipakai untuk iklan Bank Portugis BES yang sudah tayang di seluruh teve Portugis. Pencapaian prestasi ini juga menandakan awal karir Ronaldo di klub barunya, Real Madrid.

"Ronaldo akan menjadi orang pertama yang mengakui menyanyi bukanlah keahliannya. Ronaldo masih harus mengasah kemampuan teknik vokalnya," menurut Daily Star yang mengutip seorang sumber di studio tempat Ronaldo merekam suaranya di Madrid Spanyol.

Cristiano Ronaldo Ingin Tropi Liga Champions


WIKIBERITA.COM-BOLA: Setiap pemain profesional tentu memiliki ambisi meraih prestasi. Tidak terkecuali dengan winger anyar Real Madrid Cristiano Ronaldo. Kendati sudah mengeyam berbagai prestasi, Ronaldo tetap memiliki target.

Mantan bintang Manchester United tersebut menegaskan, impian pertama yang ingin dicapainya adalah membantu Los Galaticos meraih gelar Liga Champions musim depan. Dia juga berharap bisa menyamai atau melebih rekor yang dimiliki legenda Real Madrid Alfredo di Stefano.

Ronaldo memenangkan Liga Champions bersama The Reds Devils pada musim 2007/08. Namun, dia gagal mempersembahkan gelar terakhir di ajang sama sebelum hengkang. United harus mengakui ketangguhan Barcelona 2-0.

“Impian terbesar saya adalah memenangkan Liga Champions di Santiago Bernabeu musim depan,” kata Ronaldo kepada Marca, Senin (6/7/2009).

Publik sepakbola memprediksi Ronaldo akan mengulangi prestasi sama bersama Madrid. Tapi Ronaldo menandaskan tidak menjadikan prediksi tersebut sebagai tujuan utama.

“Banyak pemain telah memenangkan Ballon d’Or dengan Real Madrid. Tentu saja ada aspek dari pertandingan yang bisa ajang bagi meningkatkan diri,” lanjutnya.

“Tapi Ballon d’Or bukan prioritas saya. Tapi saya utamakan keberhasilan tim. Saya ingin mendapatkan gelar juara seperti yang dibukukan Di Stefano,” pungkasnya.