DINI

Jumat, 02 April 2010

Ronaldo: Saya Ingin Jadi Legenda

Pemain Real Madrid itu ingin menjadi seperti Pele dan Diego Maradona.

3 Des 2009 15:27:52

Cristiano Ronaldo - Real Madrid (Getty  Images)

Sukses Pele dan Diego Maradona menginspirasi Cristiano Ronaldo untuk mencatat prestasi yang sama.

Ya, pemain Real Madrid itu menilai apa yang sudah diberikan Pele dan Maradona sangat spesial, yang menjadikan mereka masuk dalam sejarah dunia dan melegenda.

Karena itulah, dirinya ingin menyamai prestasi itu. Ronaldo juga ingin bermain dalam waktu yang lama.

"Jika kaki saya masih kuat, saya ingin bermain hingga 40 tahun. Tapi saya juga ingin masuk dalam catatan sejarah, seperti Maradona dan Pele," paparnya seperti dikutip The Sun.

Menurut Anda, bisakah Ronaldo menyamai prestasi Pele dan Maradona untuk kemudian disebut legenda?

Impian Terbesar Cristiano Ronaldo

Christiano Ronaldo tetap memiliki ambisi meraih prestasi, walaupun Ronaldo yang sudah mendapatkan berbagai prestasi, serta prestasi menjadi winger anyar Real Madrid. "Impian pertama yang ingin dicapainya adalah membantu Los Galaticos untuk meraih gelar Liga Champions musim depan," ucap Ronaldo. " Ronaldo juga berharap untuk bisa menyamai atau melebihi rekor yang dimiliki oleh legenda Real Madrid, Alfredo di Stefano." tambahnya.

Menurut Ronaldo, "Impian terbesar Saya adalah memenangkan Liga Champions di Santiago Bernabeu musim depan,". Ronaldo memenangkan Liga Champions bersama The Reds Devils pada musim 2007/08. Namun, dia gagal mempersembahkan gelar terakhir di ajang sama sebelum hengkang. United harus mengakui ketangguhan Barcelona 2-0.

Publik sepakbola memprediksi Ronaldo akan mengulangi prestasi sama bersama Madrid. Tapi Ronaldo menandaskan tidak menjadikan prediksi tersebut sebagai tujuan utama.

"Banyak pemain telah memenangkan Ballon d`Or dengan Real Madrid. Tentu saja ada aspek dari pertandingan yang bisa ajang bagi meningkatkan diri," ucapnya. "Tapi Ballon d`Or bukan prioritas saya. Tapi saya utamakan keberhasilan tim. Saya ingin mendapatkan gelar juara seperti yang dibukukan Di Stefano," tambahnya.

Christiano Ronaldo pindah ke Real madrid


Kepindahan Christiano ronaldo ke real madrid tentu menghebohkan dunia sepakbola.Bintang asal manchester United ini akhirnya memecahkan rekor transfer dunia yang dahulu dipegang oleh zinedine zidane,yang juga direkrut oleh real madrid.Kepindahan winger manchester united inti bukan tanpa alasan.Alasan Christiano ronaldo untuk tinggalkan MU semata-mata bahwa prestasi dia di MU sudah memuaskan dan ia ingin mencari tantangan baru dengan pindah ke klub baru yaitu real madrid.CR7,panggilan akrabnya juga mengelak jika dirinya pindah dan tinggalkan MU karena uang semata.Dia sudah cukup puas dengan mengantar MU meraih berbagai tropi selama ini.

Kekerasan Hati seorang Cristiano Ronaldo


Menjelang kompetisi liga 2009/2010, dunia sepak bola internasional dikagetkan dengan tingginya berbagai rekor transfer pemain yang terjadi. Salah satu yang paling menjadi sorotan dan yang paling tinggi nilainya adalah transfer Cristiano Ronaldo dari MU ke real Madrid. Hampir setiap orang yang pertama kali mendengar hal ini menjadi kaget dan bahkan heran, mengapa harga transfer seorang pemain sepak bola bisa menjadi semahal itu?. Namun sayangnya hanya sedikit orang saja yang mengetahui bagamaina kerasnya perjuangan Cristiano Ronaldo hingga menjadi seorang mega bintang sepak bola seperti sekarang ini.

Cristiano Ronaldo atau yang sering dikenal dengan panggilan CR7 ini merupakan seorang pemain sepak bola yang mempunyai karakter dan temperamen yang keras serta emosinya yang sering meledak ledak dilapangan hijau. Sejak usia delapan tahun, bakat besarnya dalam dunia sepak bola sudah mulai terlihat. Pada waktu itu, talenta luar biasa anak bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro tercium oleh pemilik klub klub yunior Andorinha di Portugal dimana tempat ayahnya bekerja sebagai penyedia perlengkapan. Karena itu, tak lama kemudian, ia langsung ditarik menjadi anggota klub tersebut. Dan dua tahun kemudian, berkat kegigihannya berlatih, membuat beberapa klub tertarik padanya, diantaranya CD Nacional yang kemudian berhasil diantarkannya menjadi juara sebuah kejuaraan nasional di portugal. Berkat prestasi itu, dua tahun kemudian ia langsung direkrut Sporting Lisbon yang merupakan klub terkenal di Portugal.

Sejak saat itu, cita – citanya untuk jadi pemain sepakbola kelas dunia makin terbuka. Apalagi sejak ia memperkuat tim nasional Portugal U-17, beberapa klub dunia mulai tertarik padanya. Salah satunya adalah Manchester United yang berhasil mendapatkannya dengan transfer senilai 12,24 juta pound atau hampir sekitar 200 miliar. Nilai tersebut merupakan angka yang fantastic untuk seorang bocah yang masih berusia 18 tahun. Dan tak hanya itu, klub terbesar Inggris itu juga memberinya nomor punggung keramat, yakni nomor tujuh kepadanya, nomor yang selama ini dipakai beberapa legenda klub tersebut seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, dan David Beckham.

Pada awal – awal kariernya di MU, pria kelahiran 5 Februari 1985 di Madeira Portugal ini mengalami berbagai cemoohan dan hinaan dari publik Inggris, akibat kasus dengan mantan rekan setimnya di MU yaitu Wayne Rooney pada piala dunia 2006 lalu. Saat itu Cristiano Ronaldo dituduh memprovokasi wasit sehingga membuat Rooney diganjar kartu merah sehingga harus keluar lapangan. Namun, berkat kerja keras, kemauan kuat untuk terus memperbaiki skill individu, latihan terus menerus, serta kekerasan hati untuk tidak memedulikan suara sumbang di sekitarnya, Cristiano Ronaldo mampu mengatasi semua tekanan itu. Bahkan, seterunya saat kejadian piala dunia, Wayne Rooney, mengatakan bahwa Ronaldo sepantasnya dijuluki sebagai pemain terbaik dunia dan CR7 membuktikan hal itu dengan meraih penghargaan sebagai pemain sepak bola dunia terbaik tahun 2008.

Pada waktu diwawancara oleh wartawan tentang apa yang ia rasakan pada saat itu, ia menjawab bahwa pada masa itu saya hanya memikirkan bagaimana berlatih dan terus memperbaiki skill saya agar menjadi pemain yang terbaik. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, karena itu saya hanya memastikan bahwa saya akan terus mempertahankan performa saya dan meningkatkan kemampuan. Memberikan bukti kepada dunia bahwa saya adalah pemain sepak bola yang berkualitas baik. Dan akhirnya ia pun dapat membuktikan kata – katanya tersebut.

Namun dibalik berbagai prestasi dan pendapatan yang sangat tinggi itu, rupanya ia juga tetap tak melupakan sisi kemanusiaan. Salah satunya yang mungkin tidak bisa dilupakan publik Indonesia adalah kedatangannya ke Indonesia beberapa waktu lalu untuk memberikan sumbangan pada seorang anak korban tsunami Aceh bernama Martunis. Ia merupakan salah satu orang pertama yang menggerakkan rekan-rekannya sesama pemain bola untuk membantu korban bencana tsunami di Aceh, hanya karena ia melihat seorang bocah Aceh yang jadi korban mengenakan kostum tim nasional sepakbola Portugal. Begitulah, meski dikenal keras hati dan temperamental, seorang Ronaldo juga punya belas kasih dan jiwa penolong di hatinya. Dan mulai kompetisi 2009/2010 yang akan segera dimulai, Cristiano ronaldo akan bermain untuk Real Madrid, mari kita tunggu saja aksi bintang sepak bola yang luar biasa ini.

Pesan : Dibalik semua kontroversial yang sering terjadi terhadap dirinya, Cristiano Ronaldo merupakan seorang yang mempunyai semangat untuk terus berlatih dan bekerja keras, keteguhan hatinya yang besar, kekuatan mental dan keyakinan yang besar pada diri sendiri telah menjadikan ia sebagai mega bintang sepak bola saat ini.

The Econommics of Cristiano Ronaldo

June 13th, 2009 | News

The  Economics of Cristiano Ronaldo

Jual beli pemain bola mirip-mirip dengan jual beli saham. Membeli pemain di peak performance bisa dibilang bad timing, sama seperti membeli saham di harga tertingginya. Membeli pemain di puncak permainannya memang bisa jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mungkin bisa berpotensi mendongkrak prestasi klub barunya. Tapi di sisi lain, ia pasti dibanderol dengan harga premium melebihi harga wajarnya.

Setelah mendapatkan Kaka seharga £56 juta kini Madrid menggaet Ronaldo di harga £80 juta. Jumlah yang sebenarnya luar biasa fantastis, sekalipun untuk seorang pemain top kelas dunia. Pembelian ini konon memberikan keuntungan bersih sekitar £67,5 bagi Glazer family, pemilik Manchester United. Untuk ukuran sebuah klub sepakbola—-apalagi di jaman krisis seperti sekarang—-angka tersebut tentu saja luar biasa.

Menurut penelitian Stefan Szymanski (Cass Business School, London), korelasi antara transfer pemain dengan peringkat klub di liga sebenarnya hanya sekitar 16% saja. Sebaliknya, pengeluaran untuk membayar gaji korelasinya cukup signfikan, sekitar 92%. Makin tinggi klub berani membayar pemainnya, biasanya makin tinggi pula peringkatnya di liga. Namun, berapa besar jumlah yang dibayarkan dalam bentuk transfer fee rasanya tidak terlalu memberikan kontribusi signifikan.

Sayangnya para manajer dan pemilik klub rasanya jarang membaca jurnal dan riset ilmiah semacam ini. :)

Jujur saja, saya fans Real Madrid sejak sekitar tahun 1996—-bukan seperti kebanyakan orang yang baru kenal Madrid di era Galacticos. Di musim 1996 itu Madrid masih diperkuat Santiago Canizares, Fernando Hierro, Manuel Sanchis, Fernando Redondo, Ivan Zamorano, disusul kemudian masuknya Roberto Carlos, Clarence Seedorf, dan duo Predrag Mijatovic-Davor Suker. Di masa itu, Guti dan Raul Gonzales masih sama-sama debutan.

Tapi sepanjang yang saya tahu, sejarah Real Madrid memang selalu unik. Selain punya prestasi segudang, Madrid juga punya rekor panjang dalam hal pembelian pemain yang memecahkan rekor transfer. Tak sedikit transfer pemain yang dilakukan secara cukup kontroversial, seperti Luis Figo yang dicomot dari Barcelona atau David Beckham dan Kaka yang sebelumnya dianggap banyak orang “untouchable” di klub masing-masing. Selain itu, baik pemain maupun pelatih sama-sama punya turnover tinggi di Madrid.

Tetap saja, Real Madrid tidak pernah kapok membeli pemain dengan harga premium. Nampaknya, Madrid selalu punya cara untuk meng-cover pembelian itu—-entah dari kontrak hak siar, penjualan merchandise, atau pertandingan persahabatan. Dampak negatifnya, pemain binaan akademi sendiri seolah jadi anak tiri. Sebut saja Roberto Soldado atau Juan Manuel Mata yang malah berkembang (dan berlipat ganda harganya) di klub lain. Akibatnya, setelah era Raul dan Casillas, tidak ada lagi icon Madrid yang bisa dibanggakan.

Memang benar bahwa pasar transfer pemain bola bisa dibilang irasional. Di pasar ini, tujuan jual-beli pemain tidak selalu untuk profit maximization. Bisnis pada umumnya biasanya selalu sengit dalam kompetisi. Kesalahan setitik saja bisa berujung kebangkrutan. Tapi bisnis sepakbola berbeda. Kerugian atau kesalahan fatal pun jarang berujung pada kebangkrutan, merjer, atau akuisisi oleh klub lain. Sekalipun mereka punya rasio utang yang tinggi, rasanya tak ada yang perlu dikuatirkan.

Irasionalitas lain biasanya juga nampak pada posisi pemain yang dijualbelikan. Penyerang dan pemain tengah lazimnya dihargai jauh lebih mahal daripada penjaga gawang dan pemain bertahan—-walaupun baik penyerang dan penjaga gawang memegang peranan sama pentingnya. Selain itu, pemain dari negara sepakbola (seperti Brazil, Argentina, Italia, Spanyol, Portugal) cenderung dihargai lebih mahal daripada pemain dari negara “asing” seperti Mesir atau Albania misalnya.

Betapapun, Madrid adalah klub dengan bentuk demokrasi populis yang unik. Real Madrid dimiliki oleh sekitar 70 ribu socios, bukan oleh pemegang saham. Florentino Perez dipilih oleh mereka dan sudah tentu pembelian Kaka dan Ronaldo adalah cara untuk menjawab amanah mereka. Tentu “wajar” kalau pembelian pemain seringkali tidak masuk di akal. Siapapun presidennya, apapun akan dilakukan demi memuaskan fans, sponsor, dan media setempat. Padahal Perez tentu masih ingat bahwa Galacticos bentukannya di era 2003-2006 tidak banyak memberi prestasi.

Tapi itulah Real Madrid. Mereka tak melulu mengejar uang. Ada kebanggaan, gengsi, dan prestise yang seringkali harus dinomorsatukan. Madrid tahu bahwa brand mereka terlalu kuat untuk bangkrut begitu saja. Madrid selalu punya cara untuk mengembalikan return on investment mereka. Inilah yang mungkin menjelaskan mengapa uang £80 juta sekalipun dianggap lumrah hanya untuk seorang pemain. Inilah the economics of Cristiano Ronaldo.

Sementara untuk Manchester United, ada “teori” yang mengatakan bahwa pemain yang cemerlang lalu meninggalkan Theatre of Dreams tidak akan pernah bisa mendapatkan kesuksesannya kembali. Sebut saja George Best, Lee Sharpe, Jaap Stam, Andrei Kanchelskis, bahkan David Beckham sekalipun. Best, Kanchelskis, Beckham—-dan sekarang Ronaldo—-bahkan sama-sama menggunakan nomor punggung “keramat” 7. Menarik untuk ditunggu siapa incaran Ferguson untuk mengganti CR7. Tapi yang juga tak kalah seru adalah menyimak bagaimana dua matahari terbit di Bernabeu nanti.

Cristiano Ronaldo cedera, madrid makin terpuruk

Sejak Cristiano Ronaldo mengalami cedera, Real Madrid mengalami penurunan prestasi yakni dua kali kalah, satu kali meraih imbang dan kemenangan. Namun, CR9 menolak klaim bahwa dirinya adalah penyelamat Madrid.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Hasil buruk terus dialami Los Galacticos dalam beberapa laga belakangan ini. Terakhir, kekalahan memalukan diraih tim besutan Manuel Pellegrini itu dari tangan tim divisi tiga 0-4 Alcorcon di pentas Copa del Rey.

Banyak kalangan menilai Madrid membutuhkan kehadiran CR9. Namun, mantan bintang Manchester United itu menolak anggapan ?Ronaldodependencia’ di tim bermarkas Santiago Bernabeu tersebut.

“Saya memang antusias mengenai keinginan bermain lagi, karena saya ingin bermain dan membantu tim meraih kemenangan,” Ronaldo sebagaimana dilansir Marca, Jumat (30/10/2009).

“Kami sedang berada dalam kondisi buruk untuk saat ini, tapi saya bukan dewa penyelamat tim ini. Saya hanya pemain yang ingin membantu tim,” lanjut mantan winger Sporting Lisbon itu.

Wartawan menanyakan kepada Ronaldo mengenai kekalahan memalukan Madrid dari Alcoron di pentas Copa del Rey. Menurut CR9, Los Galacticos harus melupakan kekalahan tersebut.

“Itu sudah masa lalu, kami memang kalah. Tidak ada yang senang, tidak ada yang mengharapkan hal ini, tim tidak bermain bagus, tapi kami harus menegakan kepala. Dunia tidak berakhir hari ini karena Real Madrid kalah 4-0,” tandasnya.

Kisah Dibalik Transfer Cristiano Ronaldo


Jakarta (ANTARA News) - Pakar Liga Spanyol dari Sky Sports, Guillem Balague, telah lama mengikuti setiap hal dalam cerita perburuan Cristiano Ronaldo oleh Real Madrid.

Ahli Revista de la Liga ini tidak terkejut dengan penawaran 80 juta poundsterling untuk mendapatkan mega bintang Manchester United itu setelah Presiden Real Florentino Perez bertekad membangun kembali raksasa Spanyol musim ini.

Kepada Sky Sports News, Guillem mengungkapkan bagaimana kesepakatan mendapatkan Ronaldo menjadi bagian dari rencana besar Perez, dan bagaimana transfer itu sebenarnya terbilang murah untuk ukuran Real Madrid.

Dia juga menerangkan bahwa setelah mendapatkan Kaka dan Ronaldo, ada sejumlah nama besar lainnya yang antri ke Bernabeu yang mungkin akan menjadi kabar buruk bagi penggemar Liverpool.

Bagaimana awalnya

"Kami sudah membuat sejarah di awal tahun ini bahwa ada satu prakontrak yang ditandatangani (mantan presiden Real) Ramon Calderon atas nama Real Madrid.

Dalam prakontrak ini jelas disebutkan bahwa jika sampai 30 Juni Cristiano Ronaldo belum juga bergabung dengan Real Madrid, maka Ronaldo harus membayar 30 juta poundsterling kepada klub itu.

Di sisi lain, jika Real Madrid memutuskan tidak mengontrak Cristiano Ronaldo maka Real Madrid harus membayar 30 juta poundsterling kepada pemain itu.

Jadi pada dasarnya transfer itu memang akan terjadi dan dari saat Florentio Perez memutuskan bergabung dengan Real Madrid sudah sangat jelas bahwa Cristiano Ronaldo adalah orang sempurna untuk mewujdukan sesuatu yang berusaha Calderon lakukan sebelumnya, di masa Galactico dan di versi kedua orde Galactico.

Kaka dan Cristiano Ronaldo semuanya ada di pelupuk matanya, (dengan) kontrak yang murah. Kini anda membelanjakan 80 juta poundsterling untuk sang pemain, tetapi Florintino berkata pada saya saat saya bertemu dengannya minggu lalu bahwa uang sebesar itu pula yang dia persembahkan kepada Real Madrid setiap tahun.

Jadi itu hanya perkara kapan (transfer terjadi), bukan jika. Dan karena prakontrak tersebut tranfers itu menjadi berlangsung demikian cepat."

Apa untungnya

"Ingat tidak saat David Beckham menandatangani kontrak dengan Real Madrid seharga 25 juta poundsterling, orang berkata, 'wow, tidakkah itu terlalu murah?'

Anda kini menyadari bahwa uang sebesar itu cetek dan tiga kali dari jumlah uang (yang dibelanjakan untuk mendapatkan Beckham) mengalir setiap tahun ke Real Madrid. Itu adalah cerita sama yang terjadi pada Kaka dan Cristiano Ronaldo.

Pimpinan sebelumnya Ramon Calderon berusaha mengikuti masa Galactico, namun tidak bisa karena dianggap terlalu sulit.

Namun sekali anda mencurahkan semuanya dengan fokus, seperti dilakukan Florentino di masa lalu saat bersama Ronaldo, Zidane, Figo dan Beckham, maka akan begitu banyak uang masuk ke Real Madrid yang akan terus sampai lama, sepanjang Florentino belajar dari kesalahannya.

Saya kira dia akan belajar. Sebagaimana dia katakan beberapa minggu lalu, dia berusaha menuntaskan (masa bakti) tiga tahun dalam satu musim saja, sehingga itulah alasannya mengapa anda bukan hanya akan melihat Kaka dan Ronaldo datang, tetapi juga yang lainnya.

Dalam pandangannya semua itu wajar dan mengeluarkan 80 juta poundsterling untuk mendapatkan Ronaldo tidaklah terlalu mahal."

Bagaimana kontrak disepakati

"Pada dasarnya Florentino mengakui bahwa di masa lalu semua hal telah berjalan lancar dengan cara yang salah.

Ya, ada satu prakontrak yang disepakati oleh Ramon Calderon dan Jorge Mendes, agen Cristiano Ronaldo, namun kontrak dengan Manchester United berlangsung dalam persahabatan.

Apa yang dia lakukan dalam wawancara itu bahwa yang kami pakai di Revista adalah uluran jabat tangan persahabatan dengan Manchester United.

Dari situ adalah hanya soal waktu sebelum kedua klub berbicara. Setidaknya ada dua kali pembicaraan yang saya tahu dan telah ada pembicaraan langsung antara David Gill (MU) dengan Florentino Perez.

Begitu Real mengajukan tawaran 80 juta poundsterling, maka siapapun termasuk Manchester United sang klub terkaya di dunia, tidak akan mampu berkata "tidak."

Ronaldo telah ditanya soal ini dan dia menjawab, 'Ya, silakan terima saja."

Apa yang terjadi adalah sangat alamiah, meskipun anda membayangkan transfer ini akan membuat marah banyak orang dan sepertinya Sir Alex Ferguson menyampaikan kalimat lebih lembut."

Masih banyak

"Mereka (Real) tidak berhenti. Real berhitung mereka bisa membelanjakan sekitar 300 juta pounsterling dan dari pembicaraan saya dengan Florentino Perez, semua uang itu akan kembali dengan keuntungan.

Adalah uang yang ada dalam setengah isi peti mereka, tetapi setengah peti uang pula yang mereka harus minta ke bank. Mereka berhitung bahwa dalam dua tahun semua utang banknya bakal lunas.

Kita lihat nanti. Dia telah melakukan ini sebelumnya dan kami kira dia akan melakukannya lagi. Ada 130 sampai 140 juta poundsterling yang dibelanjakan.

Nama-nama yang anda perkirakan akan didekati Real Madrid termasuk David Villa, yang kemungkinan besar akan menjadi pembelian berikutnya.

Berdasarkan pemahaman saya ada kesepakatan personal diantara si pemain (Villa) dan Real Madrid bahwa sang pemain telah menyatakan tidak kepada Manchester City dan Chelsea karena dia ingin pergi ke Real Madrid.

Satu tawaran kira-kira 48 juta poundsterling dari Chelsea ke Valencia telah ditolak karena Real Madrid akan melampaui jumlah itu sehingga ada penandatanganan kontrak dengan pemain itu.

Setelah itu ada pemain Liga Premier lainnya yang diminati yaitu Xabi Alonso, yang mereka beli untuk disandingkan dengan Kaka dan Ronaldo di lapangan tengah.

Masalahnya Liverpool tidak mau menjualnya dan tidak ingin menjualnya dengan harga murah.

Mereka menginginkan seorang bek tengah berkualitas internasional untuk mendampingi Pepe, yang telah menunjukkan bahwa dia memiliki kualitas untuk menjadi salah satu bek tengah top.

Mereka memiliki Iker Casillas, Sergio Ramos dan jelas sekali mereka mengincar seorang bek kiri. Mereka akan memiliki 11 pemain luar biasa nan top, kemudian tinggal menjual beberapa pemain mereka.